sponsor

Archive for Agustus 2019

Cerita Dewasa Goyangan Hot Tante Dona Sangat Dasyat


Cerita Dewasa – Kejadian ini merupakan sebagian dari kisah yang kualami, kurang lebih 4 tahun yang lalu. Berawal dari aku sangat menyukai wanita yang berusia 30-40 tahun, dengan kulit mulus. Bagiku wanita ini sangat menarik, apalagi jika ‘jam terbangnya’ sudah tinggi. Sehingga pandai dalam bercinta.


Cerita Dewasa – Namun sebagai pegawai swasta yang bekerja, aku memiliki keterbatasan waktu, tidak mudah bagiku untuk mencari wanita tersebut. Hal ini yang mendorong aku untuk mengiklankan diriku pada sebuah surat kabar berbahasa Inggris, untuk menawarkan jasa ‘full body massage’. Uang bagiku tidak masalah, karena aku berasal dari keluarga menengah dan gajiku cukup, namun kepuasan yang ku dapat jauh dari itu. Sehingga aku tidak memasang tarif untuk jasaku itu, diberi berapapun kuterima.

Sepanjang hari itu, sejak iklanku terbit banyak respon yang kudapat, sebagian dari mereka hanya iseng belaka, atau hanya ingin ngobrol. Di sore hari, kurang lebih pukul 18.00 seorang wanita menelponku.

“Hallo dengan Ivan?” suara merdu terdengar dari sana.

“Ya saya sendiri” jawabku.

Dan seterusnya dia mulai menanyakan ciri-ciriku. Selanjutnya, “Eh ngomong-ngomong, berapa sich panjangnya kamu punya?” katanya.

“Yah normal sajalah sekitar 18 cm dengan diameter 6 cm.” jawabku.

“Wah lumayan juga yach, lalu apakah jasa kamu ini termasuk semuanya,” lanjutnya.

“Apa saja yang kamu butuhkan, kamu pasti puas dech..” jawabku. Dan yang agak mengejutkan adalah bahwa dia meminta kesediaanku untuk melakukannya dengan ditonton suaminya. Namun kurasa, wah ini pengalaman baru buatku.

Cerita Dewasa Goyangan Hot Tante Dona Sangat Dasyat

Akhirnya dia memintaku untuk segera datang di sebuah hotel “R” berbintang lima di kawasan Sudirman, tak jauh dari kantorku. Aku menduga bahwa pasangan ini bukanlah sembarang orang, yang mampu membayar tarif hotel semahal itu. Dan benar dugaanku, sebuah president suite room telah ada di hadapanku. Segera kubunyikan bel di depan kamarnya. Dan seorang pria, dengan mengenakan kimono, berusia tak lebih dari 40 tahun membukakan pintu untukku.

“Ivan?” katanya.

“Ya saya Ivan,” jawabku. Lalu ia mencermatiku dari atas hingga bawah sebelum ia mempersilakan aku masuk ke dalam. Pasti dia tidak ingin sembarang orang menyentuh istrinya, pikirku.

“OK, masuklah” katanya. Kamar itu begitu luas dan gelap sekali. Aku memandang sekeliling, sebuah TV berukuran 52″ sedang memperlihatkan blue film.

Lalu aku memandang ke arah tempat tidur. Seorang wanita yang kutaksir umurnya tak lebih dari 30 tahun berbaring di atas tempat tidur, badannya dimasukkan ke dalam bed cover tersenyum padaku sambil menjulurkan tangannya untuk menyalamiku. “Kamu pasti Ivan khan? Kenalkan saya Donna” katanya lembut.

Aku terpana melihatnya, rambutnya sebahu berwarna pirang, kulitnya mulus sekali, wajahnya cantik, pokoknya perfect! Aku masih terpana dan menahan liurku, ketika dia berkata “Lho kok bingung sich”.Cerita Dewasa

“Akh enggak..” kataku sambil membalas salamnya.

“Kamu mandi dulu dech biar segar, tuch di kamar mandi,” katanya.

“Oke tunggu yach sebentar,” jawabku sambil melangkah ke kamar mandi. Sementara, suaminya hanya menyaksikan dari sofa dikegelapan. Cepat-cepat kubersihkan badanku biar wangi. Dan segera setelah itu kukenakan celana pendek dan kaos.

Aku melangkah keluar, “Yuk kita mulai,” katanya.

Dengan sedikit gugup aku menghampiri tempat tidurnya. Dan dengan bodohnya aku bertanya, “Boleh aku lepaskan pakaianku?”, dia tertawa kecil dan menjawab, “terserah kau saja..”.

Segera kulepaskan pakaianku, dia terbelalak melihatku dalam keadaan polos, “Ahk.. ehm..” dan segera mengajakku masuk ke dalam bed cover juga. “Kamu cantik sekali Donna” kataku lirih.

Aku tak habis pikir ada wanita secantik ini yang pernah kulihat dan suaminya memperbolehkan orang lain menjamahnya, ah.. betapa beruntungnya aku ini. “Ah kamu bisa saja,” kata Donna.

Segera aku masuk ke dalam bed cover, kuteliti tubuhnya satu persatu. Kedua bulatan payudaranya yang cukup besar dan berwarna putih terlihat menggantung dengan indahnya, diantara keremangan aku masih dapat melihat dengan sangat jelas betapa indah kedua bongkah susunya yang kelihatan begitu sangat montok dan kencang. Samar kulihat kedua puting mungilnya yang berwarna merah kecoklatan. “Yaa aammpuunn..” bisikku lirih tanpa sadar, “Ia benar-benar sempurna” kataku dalam hati.

“Van..” bisik Tante Donna di telingaku.Cerita Dewasa

Aku menoleh dan terjengah. Ya Ampuun, wajah cantiknya itu begitu dekat sekali dengan wajahku. Hembusan nafasnya yang hangat sampai begitu terasa menerpa daguku. Kunikmati seluruh keindahan bidadari di depanku ini, mulai dari wajahnya yang cantik menawan, lekak-lekuk tubuhnya yang begitu seksi dan montok, bayangan bundar kedua buah payudaranya yang besar dan kencang dengan kedua putingnya yang lancip, perutnya yang ramping dan pantatnya yang bulat padat bak gadis remaja, pahanya yang seksi dan aah.., kubayangkan betapa indah bukit kemaluannya yang kelihatan begitu menonjol dari balik bed cover. Hmm.., betapa nikmatnya nanti saat batang kejantananku memasuki liang kemaluannya yang sempit dan hangat, akan kutumpahkan sebanyak mungkin air maniku ke dalam liang kemaluannya sebagai bukti kejantananku.



“Van.. mulailah sayang..” bisik Tante Donna, membuyarkan fantasi seks-ku padanya. Sorotan kedua matanya yang sedikit sipit kelihatan begitu sejuk dalam pandanganku, hidungnya yang putih membangir mendengus pelan, dan bibirnya yang ranum kemerahan terlihat basah setengah terbuka, duh cantiknya. Kukecup lembut bibir Tante Donna yang setengah terbuka. Begitu terasa hangat dan lunak. Kupejamkan kedua mataku menikmati kelembutan bibir hangatnya, terasa manis.

Selama kurang lebih 10 detik aku mengulum bibirnya, meresapi segala kehangatan dan kelembutannya. Kuraih tubuh Tante Donna yang masih berada di hadapanku dan kubawa kembali ke dalam pelukanku.

“Apa yang dapat kau lakukan untukku Van..” bisiknya lirih setengah kelihatan malu.

Kedua tanganku yang memeluk pinggangnya erat, terasa sedikit gemetar memendam sejuta rasa. Dan tanpa terasa jemari kedua tanganku telah berada di atas pantatnya yang bulat. Mekal dan padat. Lalu perlahan kuusap mesra sambil kuberbisik, “Tante pasti tahu apa yang akan Ivan lakukan.. Ivan akan puaskan Tante sayang..” bisikku pelan. Jiwaku telah terlanda nafsu.

Kuelus-elus seluruh tubuhnya, akhh.. mulus sekali, dengan sedikit gemas kuremas gemas kedua belah pantatnya yang terasa kenyal padat dari balik bed cover. “Oouuhh..” Tante Donna mengeluh lirih.

Bagaimanapun juga anehnya aku saat itu masih bisa menahan diri untuk tidak bersikap over atau kasar terhadapnya, walau nafsu seks-ku saat itu terasa sudah diubun-ubun namun aku ingin sekali memberikan kelembutan dan kemesraan kepadanya. Lalu dengan gemas aku kembali melumat bibirnya. Kusedot dan kukulum bibir hangatnya secara bergantian dengan mesra atas dan bawah. Kecapan-kecapan kecil terdengar begitu indah, seindah cumbuanku pada bibir Tante Donna. Kedua jemari tanganku masih mengusap-usap sembari sesekali meremas pelan kedua belah pantatnya yang bulat pada dan kenyal. Bibirnya yang terasa hangat dan lunak berulang kali memagut bibirku sebelah bawah dan aku membalasnya dengan memagut bibirnya yang sebelah atas. ooh.., terasa begitu nikmatnya. Dengusan pelan nafasnya beradu dengan dengusan nafasku dan berulang kali pula hidungnya yang kecil membangir beradu mesra dengan hidungku. Kurasakan kedua lengan Tante Donna telah melingkari leherku dan jemari tangannya kurasakan mengusap mesra rambut kepalaku.Cerita Dewasa

Baca Juga : Nikmatnya Bermain Dengan Tante Imel Dan Anaknya

Batang kejantananku terasa semakin besar apalagi karena posisi tubuh kami yang saling berpelukan erat membuat batang kejantananku yang menonjol dari balik celanaku itu terjepit dan menempel keras di perut Tante Donna yang empuk, sejenak kemudian kulepaskan pagutan bibirku pada bibir Tante Donna.

Wajahnya yang cantik tersenyum manis padaku, kuturunkan wajahku sambil terus menjulurkan lidah di permukaan perutnya terus turun dan sampai di daerah yang paling kusukai, wangi sekali baunya. Tak perlu ragu.

“Ohh apa yang akan kau lakukan.. akh..” tanyanya sambil memejamkan mata menahan kenikmatan yang dirasakannya. Beberapa saat kemudian tangan itu malah mendorong kepalaku semakin bawah dan.., “Nyam-nyam..” nikmat sekali kemaluan Tante Donna. Oh, bukit kecil yang berwarna merah merangsang birahiku.

Kusibakkan kedua bibir kemaluannya dan, “Creep..” ujung hidungku kupaksakan masuk ke dalam celah kemaluan yang sudah sedari tadi becek itu.

“Aaahh.. kamu nakaal,” jeritnya cukup keras. Terus terang kemaluannya adalah terindah yang pernah kucicipi, bibir kemaluannya yang merah merekah dengan bentuk yang gemuk dan lebar itu membuatku semakin bernafsu saja. Bergiliran kutarik kecil kedua belah bibir kemaluan itu dengan mulutku. “Ooohh lidahmu.. ooh nikmatnya Ivan..” lirih Tante Donna.

Cerita Dewasa Goyangan Hot Tante Dona Sangat Dasyat
Sementara aku asyik menikmati bibir kemaluannya, ia terus mendesah merasakan kegelian, persis seorang gadis perawan yang baru merasakan seks untuk pertama kali, kasihan wanita ini dan betapa bodohnya suaminya yang hanya memandangku dari kegelapan.

“Aahh.. sayang.. Tante suka yang itu yaahh.. sedoot lagi dong sayang oogghh,” ia mulai banyak menggunakan kata sayang untuk memanggilku. Sebuah panggilan yang sepertinya terlalu mesra untuk tahap awal ini.

Lima menit kemudian.. “Sayang.. Aku ingin cicipi punya kamu juga,” katanya seperti memintaku menghentikan tarian lidah di atas kemaluannya.

“Ahh.. baiklah Tante, sekarang giliran Tante,” lanjutku kemudian berdiri mengangkang di atas wajahnya yang masih berbaring. Tangannya langsung meraih batang kemaluan besarku dan sekejap terkejut menyadari ukurannya yang jauh di atas rata-rata.

“Okh Van.. indah sekali punyamu ini..” katanya padaku, lidahnya langsung menjulur kearah kepala kemaluanku yang sudah sedari tadi tegang dan amat keras itu.Cerita Dewasa

“Mungkin ini nggak akan cukup kalau masuk di.. aah mm.. nggmm,” belum lagi kata-kata isengnya keluar aku sudah menghunjamkan burungku kearah mulutnya dan, “Croop..” langsung memenuhi rongganya yang mungil itu. Matanya menatapku dengan pandangan lucu, sementara aku sedang meringis merasakan kegelian yang justru semakin membuat senjataku tegang dan keras.

BACA JUGA : Nikmatnya Tubuh Bude Ku

“Aduuh enaak.. oohh enaknya Tante oohh..” sementara ia terus menyedot dan mengocok batang kemaluanku keluar masuk mulutnya yang kini tampak semakin sesak. Tangan kananku meraih payudara besarnya yang menggelayut bergoyang kesana kemari sembari tangan sebelah kiriku memberi rabaan di punggungnya yang halus itu. Sesekali ia menggigit kecil kepala kemaluanku dalam mulutnya, “Mm.. hmm..” hanya itu yang keluar dari mulutnya, seiring telapak tanganku yang meremas keras daging empuk di dadanya.

“Crop..” ia mengeluarkan kemaluanku dari mulutnya. Aku langsung menyergap pinggulnya dan lagi-lagi daerah selangkangan dengan bukit berbulu itu kuserbu dan kusedot cairan mani yang sepertinya sudah membanjir di bibir kemaluannya.

“Aoouuhh.. Tante nggak tahan lagi sayang ampuun.. Vann.. hh masukin sekarang juga, ayoo..” pintanya sambil memegang pantatku. Segera kuarahkan kemaluanku ke selangkangannya yang tersibak di antara pinggangku menempatkan posisi liang kemaluannya yang terbuka lebar, pelan sekali kutempelkan di bibir kemaluannya dan mendorongnya perlahan, “Ngg.. aa.. aa.. aa.. ii.. oohh masuuk.. aduuh besar sekali sayang, oohh..” ia merintih, wajahnya memucat seperti orang yang terluka iris.



Aku tahu kalau itu adalah reaksi dari bibir kemaluannya yang terlalu rapat untuk ukuran burungku. Dan Tante Donna merupakan wanita yang kesekian kalinya mengatakan hal yang sama. Namun jujur saja, ia adalah wanita setengah baya tercantik dan terseksi dari semua wanita yang pernah kutiduri. Buah dadanya yang membusung besar itu langsung kuhujani dengan kecupan-kecupan pada kedua putingnya secara bergiliran, sesekali aku juga berusaha mengimbangi gerakan turun naiknya diatas pinggangku dengan cara mengangkat-angkat dan memiringkan pinggul hingga membuatnya semakin bernafsu, namun tetap menjaga ketahananku dengan menghunjamkan kemaluanku pada setiap hitungan kelima.

Tangannya menekan-nekan kepalaku kearah buah dadanya yang tersedot keras sementara burungku terus keluar masuk semakin lancar dalam liang senggamanya yang sudah terasa banjir dan amat becek itu. Puting susunya yang ternyata merupakan titik nikmatnya kugigit kecil hingga wanita itu berteriak kecil merintih menahan rasa nikmat sangat hebat, untung saja kamar tidur tersebut terletak di lantai dua yang cukup jauh untuk mendengar teriakan-teriakan kami berdua. Puas memainkan kedua buah dadanya, kedua tanganku meraih kepalanya dan menariknya kearah wajahku, sampai disitu mulut kami beradu, kami saling memainkan lidah dalam rongga mulut secara bergiliran. Setelah itu lidahku menjalar liar di pipinya naik kearah kelopak matanya melumuri seluruh wajah cantik itu, dan menggigit daun telinganya. Genjotan pinggulnya semakin keras menghantam pangkal pahaku, burungku semakin terasa membentur dasar liang senggama.

“Ooohh.. aa.. aahh.. aahh.. mmhh gelii oohh enaknya, Vann.. ooh,” desah Tante Donna.

“Yaahh enaak juga Tante.. oohh rasanya nikmat sekali, yaahh.. genjot yang keras Tante, nikmat sekali seperti ini, oohh enaakk.. oohh Tante oohh..” kata-kataku yang polos itu keluar begitu saja tanpa kendali. Tanganku yang tadi berada di atas kini beralih meremas bongkahan pantatnya yang bahenol itu. Setiap ia menekan ke bawah dan menghempaskan kemaluannya tertusuk burungku, secara otomatis tanganku meremas keras bongkahan pantatnya. Secara refleks pula kemaluannya menjepit dan berdenyut seperti menyedot batang kejantananku.

Hanya sepuluh menit setelah itu goyangan tubuh Tante Donna terasa menegang, aku mengerti kalau itu adalah gejala orgasme yang akan segera diraihnya, “Vann.. aahh aku nngaak.. nggak kuaat aahh.. aahh.. oohh..”Cerita Dewasa

“Taahaan Tante.. tunggu saya dulu ngg.. ooh enaknya Tante.. tahan dulu .. jangan keluarin dulu..” Tapi sia-sia saja, tubuh Tante Donna menegang kaku, tangannya mencengkeram erat di pundakku, dadanya menjauh dari wajahku hingga kedua telapak tanganku semakin leluasa memberikan remasan pada buah dadanya. Aku sadar sulitnya menahan orgasme itu, hingga aku meremas keras payudaranya untuk memaksimalkan kenikmatan orgasme itu padanya. “Ooo.. ngg.. aahh.. sayang sayang.. sayang.. ooh enaak.. Tante kelauaar.. oohh.. oohh..” teriaknya panjang mengakhiri babak permainan itu. Aku merasakan jepitan kemaluannya disekeliling burungku mengeras dan terasa mencengkeram erat sekali, desiran zat cair kental terasa menyemprot enam kali di dalam liang kemaluannya sampai sekitar sepuluh detik kemudian ia mulai lemas dalam pelukanku.

Sementara itu makin kupercepat gerakanku, makin terdengar dengan jelas suara gesekan antara kemaluan saya dengan kemaluannya yang telah dibasahi oleh cairan dari kemaluan Tante Donna. “Aaakhh.. enakk!” desah Tante Donna sedikit teriak.

“Tante.. saya mau keluar nich.. eesshh..” desahku pada Tante Donna.

“Keluarkanlah sayang.. eesshh..” jawabnya sambil mendesah.

“Uuugghh.. aaggh.. eenak Tante..” teriakku agak keras dengan bersamaannya spermaku yang keluar dan menyembur di dalam kemaluan Tante Donna.

“Hemm.. hemm..” suara itu cukup mengagetkanku. Ternyata suaminya yang sedari tadi hanya menonton kini telah bangkit dan melepas kimononya. “Sekarang giliranku, terima kasih kau telah membangkitkanku kau boleh meninggalkan kami sekarang,” katanya seraya memberikan segepok uang padaku.

Aku segera memakai pakaianku, dan melangkah keluar. Tante Donna mengantarkanku kepintu sambil sambil menghadiahkanku sebuah kecupan kecil, katanya “Terima kasih yach.. sekarang giliran suamiku, karena ia butuh melihat permainanku dengan orang lain sebelum ia melakukannya.”

“Terima kasih kembali, kalau Tante butuh saya lagi hubungi saya saja,” jawabku sambil membalas kecupannya dan melangkah keluar.

BACA JUGA : Si Montok Datang Ke Hotelku

“Akh.. betapa beruntungnya aku dapat ‘order’ melayani wanita seperti Tante Donna,” pikirku puas. Ternyata ada juga suami yang rela mengorbankan istrinya untuk digauli orang lain untuk memenuhi hasratnya.Cerita Dewasa

Cerita Tante Ngentot Kontol Besar



Cerita Tante Ngentot – Tanteku mempunyai nama tante Sisi, usianya baru 25 tahun, belum lama menikah. Tetapi sebab suaminya yang bekerja di perusahaan pertambangan tidak jarang mendapat proyek di luar kota, sampai kini tanteku ini belum mendapat momongan. Karena saking sibuknya suaminya itu, terkadang hingga 2 minggu bahkan 1 bulan dikuras di luar kota.

Tante Sisi sebenarnya hendak ikut bersama suaminya bila pas lagi ke luar kota, tapi sebab tante Sisi pun seorang perempuan karir yang bekerja di bank swasta, maka diurungkannya niatnya tersebut untuk menjaadi ibu lokasi tinggal tangga saja, sehingga dapat sering ikut dengan suami kemanapun pergi.

Tanteku Sisi orangnya manis, dibilang cantik enggak pun tetapi dibilang jelek ya enggak juga. Wajahnya bulat oriental, punya lesung pipi dan mata yang estetis dengan tinggi badanya 160 cm dan rambut lurus laksana bintang iklan shampoo saja, sampai-sampai melihatnya berkali-kalipun tidak akan bosan. Bodinya tersebut yang aduhai, mungkin sebab belum pernah punya anak ya.. jadi sepertinya masih bodi perawan..

Rencananya aku bakal mendapat kerja praktek sekitar 2 bulan, maka dalam 2 bulan tersebut aku meminta izin ke tante Sisi untuk sedangkan waktu dapat tinggal di rumahnya yang kebetulan pun tidak jauh dari tempat tempat kerja praktekku. Cerita Tante Ngentot

Pertama kali datang ke lokasi tinggal tante Sisi, suaminya bakal pergi ke kalimantan untuk menuntaskan proyek tambangnya sekitar 2 bulan, dengan wajah yang sedih, tante Sisi melepas kepergian sang suami untuk sedangkan waktu. Suaminya bilang, Cerita Tante Ngentot

“Tenang sajaa ma, kan terdapat dek Andi yang mau bermukim disini.. ga perlu fobia kan ?? jadi terdapat yang dapat nemenin gitu”

Tante Sisi hanya mengangguk. Rumah tante Sisi cukup bagus, terdapat 2 lantai dan punya sejumlah kamar. Tetapi sayangnya pembantunya baru-baru ini pulang dusun sehingga belum ada penolong penggantinya. Cerita Tante Ngentot

Aku dipersilahkan untuk istirahat di kamar dekat dengan kamar tante Sisi yang terdapat di ruang tengah. Kelihatannya sepiii banget lokasi tinggal ini, jadi aku pikir aku harus buat suasana rumah dapat menjadi agak rame.. biar lokasi tinggal ini gak kayak kuburan saja. Cerita Tante Ngentot

Seminggu kesatu, kelihatannya suasana masih biasa-biasa saja, walaupun pas lagi di lokasi tinggal aku tidak jarang nyetel music, nyetel film, ato maen gitar biar nambah rame.. Tapi sebab kesibukan tante Sisi sampai-sampai pas kembali kantor langsung santap lalu tidur, ato cuman nonton TV saja terus langsung tidur, Aku jadi tidak cukup akrab dan merasa ga enak saja.


Tinggal di lokasi tinggal cuman berdua, tapi tidak banyak ngobrolnya… Hari jum’at, di akhir pekan aku kembali agak malam. Waktu hingga di rumah, kebetulan tante Sisi pun baru nyampe depan rumah, aku langsung bukain pintu gerbang supaya tante Sisi dapat langsung masukin mobilnya ke garasi.

Hari tersebut kayaknya tanteku ini lagi suntuk banget, muka kelihatannya pucat. Aku langsung berinisiatif bikin bikinin teh manis hangat bikin tanteku ini, pas tante masuk lokasi tinggal langsung ia senderan di sofa panjang seraya nyalain TV. Aku datang dan langsung nawarin teh yang aku buat tadi dan tante Sisi langsung meminumnya.

Ga lama aku juga ngobrol dengan tante, ga seperti seringkali tante kayak gini.. Jawab tante cuman kecapekan saja. trus aku ngobrol mengenai praktek kerjaku di perusahaan tersebut lumayan, orang – orangnya enak. Sambil nonton TV aku dan tante Sisi ngobrol kesana kemari, kasihan pun ya tanteku ini udah nikah namun serasa hidup sendiri saja..

Ga berapa lama, tukang nasi goreng lewat, dan aku yang emang udah laper dari tadi langsung beli dan pun beliin tante yang pun belum santap malam. Sehabis makan, aku langsung mandi. Aku liat tante masih lemes banget, makannya pun ga berakhir dan langsung ketiduran di sofa. Cerita Tante Ngentot

BACA JUGA : Nikmatnya Tubuh Bude Ku

Aku berjuang bangunun tanteku supaya segera pindah saja ke kamarnya sebab di luar dingin dan tidak sedikit nyamuk, tapi sebab sudah capek jadi ga dapat dibangunin. Setelah 1 jam, aku berpikir-pikir bat mindahin tante ke kamarnya, namun ga enak.. trus sebab kasihan juga, tanpa pikir panjang langsung kuangkat tante dipindahin ke kamarnya. Sewaktu aku mau menempatkan tante ke lokasi tidur, tanteku terbangun dan senyum ke aku, trus bilang

“tante istirahat di sofa pun gapapa, udah biasa”. Trus aku bilang
“lebih baik di dalam saja tante, kan di luar dingin, tidak sedikit nyamuk lagi.. ” tante trus bilang makasih ke aku.
“Oh ya, Ndi, anda lagi inginkan ngapain ga ? kayaknya badan tante pegel-pegel nih.. inginkan ga mijitin kaki tante sebentar..?” tanya tante Sisi.
“Hmm,… ya gapapa deh tante, aku belum mau istirahat koq..!” Jawabku.

Ga lama lantas aku terbit dari kamar tante, sebab tante bakal mandi dulu biar agak segeran dikit. Trus ga lama lantas aku dipanggil ke kamar tante, aku liat tante make piyama yang udah siap guna tidur, namun sebelum istirahat aku diajak mijitin bahu, tangan, dan kaki tante. Cerita Tante Ngentot

“Ndi, tante bantu pijitin bentar ya.. Badan tante Pegel banget nih.., daripada manggil tukang urut, mending anda aja deh gapapa..”.

Aku langsung mijitin tangan tanteku dulu, tanggannya halus… terdapat bulu bulu halus yang numbuh di tangan, yang buat aku jadi nafsu aja. Cerita Tante Ngentot


Kemudian aku mijitin bahunya, dengan posisi tanteku telungkup. Badan tanteku ini putih bersih dan wangiii banget, ga tau berakhir make sabun apa, kok wangi banget.. Tante merasa nyaman sebab pijitanku ini enak.. sehingga pas belum berlalu mijitin kakinya, tanteku telah tertidur.

Aku langsung ngambilin selimut bikin tante. Ga lama lantas aku pun ngerasa ngantuk dan pulang ke kamarku kemudian tidur. Esok paginya aku bangun agak siangan ga laksana biasa, sebab emang hari ini hari sabtu dan perusahaan emang libur. Tau-tau di meja santap sudah terdapat teh hangat dan bubur ayam. Pikirku,

“Wah, baek banget nih tante, pagi-pagi udah disiapin sarapan. ” Sehabis mandi, aku liat tante telah nonton TV dan nungguin aku bikin sarapan pagi bareng.
“Wah.. tanteku udah seger nih.. ” kataku.. Tante trus bilang makasih udah mijitin sampe-sampe ketiduran.

Sehabis sarapan aku dan tante ngobrol-ngobrol bersama sambil nonton TV lagi. Siangnya aku diajakin nemenin tante melakukan pembelian barang di supermarket dekat rumah. Sehabis melakukan pembelian barang banyak, tanteku istirahat siang dan aku ke kamar bikin mainan game di laptop yang biasa aku bawa.

Ga lama maen game, bete pun pikirku. Trus aku cari aja film bokep koleksiku hasil dari download dan dapet dari temen-temen kampus. Ada yang indo, asia, sampe bule-bule. Kurang lebih sejam aku nonton sendirian pake headphone biar suaranya ga kedengeran kemana-mana, sampe burungku bolak-balik mengeras.

Hehehhe… Tau-tau tanteku masuk ke kamarku, katanya aku dari tadi dipanggil-panggil namun ga ngejawab, jadi tanteku langsung masuk saja ke kamarku. Aduhh… ketahuan deh aku lagi nonton bokep, tante langsung menghampiri ke aku, dan bilang, Cerita Tante Ngentot

“kamu ya ndi, nonton sendirian aja.. untuk – untuk tante dong !! ” Aku agak ga enak, aku pikir tante inginkan marah ke aku, tapi berakhir itu, aku diminta bikin nonton bersama saja di kamar tante.

Trus kami berdua nonton film bokep bersama di kamar tante yang cukup besar. Ga lama nonton, tanteku lansung megang guling. Kayaknya tanteku ini udah teransang.. tingkahnya jadi mengherankan banget.. Aku jadi ga enak, seraya senyum-senyum aku nonton, trus tanteku yang ngelihatku langsung nyubit aku, mengapa senyum-senyum sendiri..

Lama nonton, udah selama 1 jam-an, tanteku rupanya telah ga tahan.. trus nanya ke aku, Cerita Tante Ngentot

“Ndi, punyamu segede tersebut ga ? ” Aku jadi deg-degan, tau-tau tante nanya-nanya anuku.

Aku cuman senyum aja, namun Mukaku jadi memerah.. trus tanteku bilang, Cerita Tante Ngentot

“Gapapa, tidak boleh merah gitu dong mukanya, biasa aja.. Kan tante cuman nanya, tuh jadi tegang kan tititnya ? hihihi….” kata tante.
“Engga papa tante, kan malu kan masa’ diliatin tante..??” Jawabku.
“Yah, cemen.. ngeliat aja ga boleh lagipula gituan.. ?? Andi emang udah punya pacar blom sih ?? ” tanya tante
” ya udah do.. dooong tante ” jawabku gugup.



Trus tante balik ngejawab Cerita Tante Ngentot

“Belum punya pacar ya.. ?? masih perjaka dong !! hhiihii.. Apa kau inginkan liat punya tante dulu nih ??”.. tante langsung berdiri dan seraya ngangkat roknya, ngelepas celana dalemnya.

Trus ngeliatin semuanya ke aku.. Cerita Tante Ngentot

“Nih punya tante.. masih bagus kan ??” jawab tante.

Aku jadi malu, namun tetep aja aku liatin,.. Kesempatan kan ga dateng dua kali.. Memeknya keliatan merah dan agak basah, mungkin sebab terangsang nonton film tadi. Jembutnya cukup lebat namun rapih, mungkin sebab sering dipotong dan dirapihin kali.


Aku gugup banget, baru kali ini liat punya cewe secara langsung.. aduh rasanya jantungku ini berdegub kencang !!. Kontolku jadi kian mengeras sebab terangsang.. Ga lama langsung kupelorotin celana dan CD ku langsung sampai-sampai tante Sisi ngelihat langsung kontolku yang telah menegang kayak rudal.

“Nah gitu dong tidak boleh malu-malu.. ga Gentel kalo masih malu-malu gitu.. Tititmu cukup gede pun ya.. sama kaya punya suami tante.. hehehe.. bulunya ga pernah dipotong ya Ndi ?? Kok semrawut gitu ?? .. Aku pegang ya ndi” kata tante.

“Iiii ya tante,.. emang ga pernah aku cukur.. blom terdapat yang inginkan nyukurin sih tante.. Aku elus ya punya tante..” kataku, aku jadi ga gugup lagi.

Tanteku langsung membuka baju dan roknya, lantas mbuka BHnya .. Cerita Tante Ngentot

“Aku jadi kagum ama tante, punya tante bagus ya.. aku inginkan jilatin nenennya ya..” Aku langsung saja ngejilatin abis nenenya gantian kiri dan kanan.. ukurannya cukup gede, 36B.

Aku semakin terangsang sebab tante Sisi terus saja ngelus-elus batang kemaluanku. Sambil ngulum abis toketnya, tanganku ga henti-hentinya ngelus-elus memek tanteku yang emang alus banget, dan bulu-bulunya tidak jarang aku tarik-tarik..

“Jangan ditarik dong sayang, kan atit.. ” Kata tante. “tapi enak kan tante.. ” jawabku.

Kuubahkan posisiku, kemudian aku jilatin memeknya yang kemerahan itu, trus aku tarik-tarik bulu jembut ya, aku buka belahan memeknya, ternyata itilnya gede juga, merah gitu. Langsung saja aku jilatin itilnya sampe sampe tante Sisi menggelinjang keenakan. Ga lama lantas aku masukin jari ku ke vaginanya. Kukocok -kocok sampe terbit airnya, Tanteku kian keenakan..

“Ochh… ohh..uhhhh…” Kemudian aku mainin itilnya pake lidah, kepalaku langsug diapit pahanya, sebab tanteku kegelian. ga lama kemudian,
“Tante inginkan pipis nih.. adhuuhhh… adhuuh..” kata tante.

Trus aku bilang saja Cerita Tante Ngentot

“ya pipis aja disini gapapa tante.. ” jawabku.
“Aahhhhh.. uuuhhhhh… enaaakkkk… nghhhhhhhh” suara tanteku yang mendesah-desah. trus tanteku pipis sebab orgasme yangsangat amat..

karena terbit air tidak sedikit banget.. sampe netes-netes. Abis tersebut gantian, kontolku yang dikocok abis dan dikulum-kulum, ga berapa lama, cuma melulu 3 menit aku langsung ngecrot.. Cerita Tante Ngentot

“Adhuhh tante .. kena muka tante deh.. maaf ya..” Tanteku senyum-senyum dan berterima kasih..

Ga lama lantas HP tanteku bunyi, rupanya suaminya dari kalimantan nelfon. Aku buru-buru pake celana dan ke kamar mandi. Selesai dari kamar mandi aku langsung duduk di depan sofa seraya nonton TV. Ga lama tante Sisi teriak dari kamar inginkan ambil handuk bikin mandi “handuk putih tante dimana ya ? “. Rupanya dari tadi suaminya nelfonin. Mudah-mudahan saja ga terjadi nanya apa-apa deh.

“Oh di jemur di belakang tante.. aku ambilin apa ??” jawabku.

Tau-tau tante Sisi dengan masih telanjang bulat terbit dari kamarnya mengarah ke belakang rumah. Aku heran ama tante, kok ga malu yaa, barangkali udah nanggung kali.. gapapa deh pikirku, cukup ada pemandangan. heheheh… Tante langsung mengarah ke kamar mandi yang terdapat di dalam kamarnya.Malam juga berlalu, aku pun lantas tidur. Demikian pun dengan tante Sisi pun tidur sehabis mandi.


Hari Minggu pagi, aku bangun dari istirahat dan masih terbayang-bayang memek tanteku yang legit banget.. Waktu aku inginkan mandi, kran di kamar mandi rusak, jadi aku ketok-ketok pintu kamar tanteku bikin numpang mandi.

Tante Sisi cuman bilang saja langsung masuk sebab ga dikunci. Aku langsung mengarah ke kamar mandi di dalam kamar tante Sisi. Belum lama aku mandi, tau-tau tante Sisi ketok-ketok pintu toilet, Cerita Tante Ngentot

“Ndi, buka bentar dong..” kata tante.

Aku yang lagi nanggung mandi langsung berhenti buka pintu sedikit seraya ngeluarin kepala doang, sebab masih telanjang. Tante Sisi tiba-tiba aja masuk ke dalam dan bilang Cerita Tante Ngentot

“Tante kebelet pipis nih.. inginkan liat tante pipis ga ??, semalem tante istirahat ga pake CD soalnya jadi udah kebelet pengen terbit jadi ga dapat ditahan.. daripada pipis di kasur, ntar kan repot..!!” jawab tante seraya ngebuka piyamanya langsung duduk di closet.

” Nih liat punya tante lagi pipis.. lucu yaa.. Itil tante gede ga sayang ??” canda tante. Cerita Tante Ngentot

Aku langsung terangsang.. kontolku langsung bangun, dan tante ngeliatin aja sampe pipisnya abis. Aku bener-bener deg-degan. Sesudah berlalu pipis, tanteku langsung megang kedua tanganku, dan tanganku ditempelkannya ke memeknya. Cerita Tante Ngentot

“Ayo anda mandi bersama sayang.. ntar sekalian bulu jembut anda tante rapihin.. kamu pun ntar gantian ya cukurin jembut tante.. kali ini tante pengen ga terdapat jembutnya.. yah.. yahh.. ” ajak tante. Langsung saja aku jawab “Iya tanteku sayang..”.

Aku ngelus-elus toket dan memek tante Sisi yang udah telanjang bulat, demikian pun tante Sisi ngocok-ngocok kontolku yang dari tadi telah ngaceng. Setelah elus-elusan, tante ngambil perangkat cukur yang biasa bikin nyukur jembutnya. Cerita Tante Ngentot

“Sayang, tante cukur ya.. inginkan model kayak gimana ?? kalo tante pengennya kamu, hmmmm.. dipotong abis aja yah sayang.. biar enak.. ntar punya tante dipotong abis juga.. OK ??” kata tante Sisi.

” iya deh apa aja tante.. yang urgen enak bikin gituan..” kataku..

“Looh.. anda ngajakin tante gituan yaa ?? gituan apa hayoo ?? anda pengen ML ama tante ya ?? badung ya anda sekarang… nanti saya sentil tititnya loohh..” canda tante.

“Hehehehe..” jawabku singkat.

Ga lama tante nyukurin abis jembutku yang awalnya gondrong, kini jadi alus ga terdapat bulunya sama sekali. Cerita Tante Ngentot

“sekarang gantian yah sayang.. Memek tante udah gatel nih udha pengen dicukur.. Cukurnya hati-hati ya.. tidak boleh sampe punya tante lecet.. Kalo lecet ntar ga dapet jatah kamu..!!” ancam tante.

“Sebelum dipotong aku gesek-gesekin penisku ke itilnya tante yah.. biar ga kaget.. ” kontolku yang lagi ngaceng kutempelin ke itilnya tante Sisi, tante Sisi merem melek keenakan.

“Punya tante itilnya yang gede, dadi enak bikin mainan nih.. “. akuku.

Trus aku langsung cukur jembut tante Sisi pelan pelan.. sesekali aku jilatin biar ga bosen.. tanteku kayaknya seneng banget.. kini memek tante udah ga terdapat bulunya sama sekali. Putih bersih dan aku bersihin pake sabun sirih, biar wangi..

Jadinya memek tante Sisi lucu, nongol itilnya dikit.. aku jadi kian terangsang saja. Abis tersebut aku dan tante Sisi mandi bersama pake shower seraya ciuman pelukan sesekali aku kocok-kocok memek tante pake jari pas mandi. Cerita Tante Ngentot

“uhh.. enak banget tante.. romantis .. tante emang ga terdapat duanya ” akuku.

Jadinya aku mandi lama banget sampe ga kerasa lama banget. Abis mandi kami berdua terbit tanpa busana lanjutin ML di kasur kamar tante Sisi. Langsung aku rebahin tante Sisi, lantas aku kangkangin kakinya, aku jilatin memeknya yang baru dicukur.. 

tante Sisi mendesah-desah keenakan, kuremasremas toketnya sampe kenceng dua-duanya. Benar-benar pagi yang indah..

“Ayo dong masukin … masa hanya coli aja ??” ajak tante buru-buru. Rupanya tanteku ini udah gak tahan.

Aku langsung genjot.. masukin kontolku ke memek tante Sisi. Rupanya masih keset.. baru separo panjang kontolku pun masih keset, trus aku masukin sampe abis.. goyangan tante Sisi laksana goyang gergaji dewi persik sehingga buat aku keenakan laksana di surga dunia. Cerita Tante Ngentot


enak tante.. ahhh.. uhhh..aaghhh….plok.. plokk…. ga lama, tante telah pengen keluar.. crtt..ccrtt.. ppsss… keluarlah air kesenangan dari memek tante yang semakin berdenyut-denyut ngenyot kontolku.. Cerita Tante Ngentot

“hangattt.. enakkk..” kata tante.

BACA JUGA : Aku Pemuas Tante Girang

Aku ganti posisiku di bawah, tante Sisi dengan goyangannya mengocok kontolku. Ga berapa lama, aku udah inginkan keluar. Cerita Tante Ngentot

“Tante.. aku inginkan pipis nih.. di dalem apa di luar ?? ahh ahh..” …
“Ntar tunggu bentar tante pun mau pipis.. ahhh.. uhhh..aggghhhrrr… ahhhh.. uuhhhhhh…. mmgghhhhh…mmhmhmhhhhh nih tante inginkan pipis.. Ayo sayang anda pipis bareng..”

crrooot.. croottt… ssooorrr pssss… agghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh….. ……

aku dan tante Sisi orgasme bareng.. Langung aku peluk dan cium tante Sisi erat-erat.. dan ga aku lepasin dulu kontolku dari memek tanteku.

Nikmat Surgawi



 Namaku Bambang dan biasa di panggil mas Bams oleh istri & juga teman-temanku. Saat ini aku sudah menikah dan baru berjalan 8 bulanan belum genap satu tahun serta kami belum memiliki momongan karena istriku masih ingin berasa pacaran katanya, dan saya menghargai permintaaanya dengan cara membiarkan dia menggunakan alat kontrasepsi apalagi aku sadar kalau kami berpacaran hanya selama 5 bulan.

Namun langsung memutuskan untuk mengikat bukannya kenapa tapi saya memang menghindari diri dari permaianan adegan seperti dalam cerita seks. 17 tahun dalam luar nikah. Usiaku segar menginjak 25 tahun sedangkan istriku 24 tahun kamipun bekerja pada tempat yang sama, dan kadang selama masa ini kami bertemu di tempat kerja itu. Karena itu banyak teman kantor kita yang telah tahu bahwa kami benar-benar sepasang kekasih.

Kini aku tinggal dalam rumah Via istriku bersama dengan kedua orang tuanya dan wahid orang2 adik perempuannya Tia namanya. Dia masih seorang pelajar SMA dan sudah biasa kelas 3, Tya seorang gadis yang pendiam juga dilihat daripada wajahnya dia memang lebih cantik dari kakaknya yakni istriku. Warna kulitnya saja Via kalah secara Tya yang memiliki warna kulit putih bersinar.

Sedangkan istriku memiliki risa kuning langsat turun daripada kulit ayahnya, sedangkan Tya nurun dari mamanya. Kedua mertuaku mempunyai sebuah minimarket yang lumayan jauh daripada rumah, mereka berdua mengelola sendiri tempat usaha tersebut. Jadi pulangnya selalu larut malam, sebab itu itu meminta saya dengan Dengan tinggal rapi mereka agar dapat membantu dalam keluarganya.

Seperti halnya menyiapkan sarapan olehkarena itu kadang keluarga mertuaku tidak memakai jasa pembantu. Layaknya pengantin baru kamipun sering melakukan adegan sebagaimana pada kaul seks 17 tahun jika ada waktu, baik tersebut sepulang dari ropak-rapik ataupun baru daripada bangun pagi. Apalagi bila silam hari tidak ada saat yang terbuang bagi aku dan pula istriku Via dia selalu menuruti nafsu sexku yang begitu besar.


Hingga akhirnya ketika memasuki usia 4 hari perkanikahan abdi istriku sakit, entah kenapa dia selamanya mengalami pendarahan yang terjadi akibat siklus haid yag bukan teratur, kami sudah konsultasi pada dokter & hasilnya istriku harus istirahat terlebih dahulu. Akhirnya mau tidak target aku harus berhenti dulu dari melaksanakan kecek sex bersamanya.

Tapi sebagai laki-laki yang benar-benar tinggi libidonya, akupun kerap ingin melakukannya tapi beserta siapa saya sendiri bukan tau. Sampai pada suatu tarikh saat berada pada wisma kebetulan hari itu perian minggu dan aku berada di rumah dengan Tya adinda iparku. Namun Dengan sehat mertuaku menjaga minimarket tersebut, sebenarnya Tya juga acap membantu akan tetapi tatkala tersebut dia bilang jika akan jalan bareng temannnya.

Akan tetapi sebelum dia pergi kami berada dalam teras belakang, aku sedang memperhatikan burung yang saya pelihara begitu juga Tya yang saaat tersebut sedang membersihkan sepatunya. Dengan pakaiannya yang mini serta super ketat membuat lekuk tubuhnya begitu jelas terlihat, sampai-sampai aku merasa kontolku ikut bergerak di dalam celana dalamku serta akupun sering mencuri pandang padanya.



Aku lihat Tya berdiri akupun segera memeperhatikan burungku, dan tanpa saya sadari kaki kita saling sangkut. Tyapun jatuh tersungkur tepat pada atas tubuhku, dengan sigap aku sinambung memeluk tubuhnya “OOouuwww… maaf mas…” Dia tampak malu namun tetap berpengaruh di atas tubuhku karena tanganku begitu erat memeluknya, diantaranya biasa kontolkupun ikut turun di dalam seluar.

Karena saya hanya mengenakan celana santai jadilah kontolku begitu kentara dirasa sambil paha Tya yang menempel pada selangkanganku. Dan entah siapa yang memulai kamipun saling berciuman di lantai teras besok itu, aku dekap sanding leher tamat Tya sehingga dia tidak bisa berpikir aku lumat bibirnya secara lembut bahkan aku mainkan lidahku di rongga mulutnya.

Saat itu juga saya melihat Tya mendesah “OOoouugghh.. mas.. Braaam.. jaaangaaan… aaaahhhhh… aaaaaaaahhh…. ” Tanganku mulai berani meremas toketnya apalagi tanktop yang dia pakai membuat toketnya seakan menantang untuk cepat aku remas, Tyapun bergelinjangan dengan sedikit gerakan menarik tubuhnya dari dekapan eratku. Namun kini bukan cuma tanganku kakiku juga masuk menahan tubuhnya.

Mungkin sebab merasakan nikmatnya kuluman bibirku kini Tya membalas ciumanku dengan mesra juga “OOoouuuuugghh… aaaaaggghh.. sayaaang.. kitaaa.. pindaah yaaaa.. ” Kataku berbisik pada Tya dan dia tidak menjawab, namun aku lihat dia begitu pasrah padaku beserta perlahan saya bangun lalu aku gendong tubuh Tya dan membawanya masuk kedalam kamarnya.

Di sana abdi masih berdiri dan aku lepas pekaian Tya dengan lembut saya dorong tubuhnya dengan menempelkan bibirku di bibirnya. Begitu dia rebahan di kepada kasurnya ketika itulah aku menindihnya “OOOOOUUUgghh… maaas…. aaaggggghh… saaakit….. aaaaagggghhh…. aaaaaaaagggghhhhh…. aaaaaagggghh.. ” Erangannya sambil menjambak rambutku.


Perlahan akupun bergerak di bagi tubuhnya demikian kontolku mampu menerobos keperawanannya. Memek Tya mulai mengeluarkan darah segar dan saya tahu dia masih perawan.

Kini dia tidak lagi mengerang tetapi mendesah secara penuh kenikmatan “OOOOOuuuuuuggghhhh… aaaaggggghh… aaaggghh.. niiikmmaaaat.. maaas… aaaaggggghhh…” Aku tersenyum mendengarnya kemudian aku kecup bibirnya.

Lama kami berbuat gerakan seperti dalam cerita seks hingga akhirnya kontolku menegang dalam memek hangat Tya. Dan tidak berapa laa kemudian akupun mengerang panjang “Aaaaaggghh… aaaaggggghhh… aaaaaaagggghhhhh…. aaaaaaaggggghhh… aaaaaaggggghhhhh…… aaaaaaggggg.. ” Muncrat seluruh sperma pada kontolku memenuhi lubang memek Tya yang sudah basah.

Akupun memeluk erat tubuhnya dan aku cium berulang kali Tya. Diapun membalas pelukanku sambil menangis “Gimana nich mas.. Tya belum pernah melkaukan hal ini.. nanti Tyaaa… ” Aku memeluknya sambil berusaha menenangkan. Sampai akhirnya Tya terdiam dan kemudian dia kembali menciumku, sejak itulah kami sering melakukan adegan kaul seks ini di graha bahkan kita sering pula sewa kamar hotel.

Pengalaman Saat umurku 16 th dengan adik Mama ku Sendiri


Namaku Aldi, umurku 21 tahun dengan tinggi badan 187 cm dan berat badan 88 kg. Aku kini bekerja sebagai tukang tagih di salah satu instansi di GTLO. Aku lebih menyukai wanita setengah baya berbulu.  Aku ingin menceritakan kisah nyata dengan tanteku sendiri, Tante Lia. Cerita yang dituangkan di sini adalah kisah nyata dan bagi yang kebetulan merasa sama nama atau kisahnya mohon dimaafkan itu hanyalah kebetulan. Kejadian ini terjadi sekitar 6 tahun yang lalu, waktu itu aku masih berusia 16 tahun.AsikDewa

Aku mempunyai seorang tante bernama Lia yang umurnya waktu itu 36 tahun. Tante Lia adalah adik dari Mamaku. Tante Lia sudah menjanda selama lima tahun. Dari perkawinan dia dengan almarhum suaminya tidak di karunia anak. Tante Lia sendiri melanjutkan usaha peninggalan dari almarhum suaminya. Dia tinggal di salah satu perumahan yang tidak jauh dari rumahku.

 Dia tinggal dengan seorang pembantunya, Mbak Sumi. Tante Lia ini orangnya menurutku seksi sekali. Payudaranya besar bulat dengan ukuran 36C, sedangkan tingginya sekitar 175 cm dengan kaki langsing seperti peragawati dan perutnya rata soalnya dia belum punya anak. Hal ini membuatku sering ke rumahnya dan betah berlama-lama kalau sedang ada waktu.

 Dan sehari-harinya aku cuma mengobrol dengan tante Lia yang seksi ini dan dia itu orangnya supel benar tidak canggung cerita-cerita denganku. Dari cerita tante Lia bisa aku tebak bahwa dia itu orangnya kesepian sekali semenjak suaminya meninggal. Maka aku berupaya menemaninya dan sekalian ingin melihat tubuhnya yang seksi. Setiap kali aku melihat tubuhnya yang seksi, aku selalu terangsang dan aku lampiaskan dengan onani sambil membayangkan tubuhnya. 

Kadangkala timbul pikiran kotorku ingin bersetubuh dengannya tapi aku tidak berani berbuat macam-macam terhadap dia, aku takut nanti dia akan marah dan melaporkan ke orang tuaku. Hari demi hari keinginanku untuk bisa mendapatkan tante Lia semakin kuat saja. Kadang-kadang kupergoki tante Lia saat nabis mAlan, dia hanya memakai lilitan handuk saja. Melihatnya jantungku deg-degan rasanya, ingin segera membuka handuknya dan melahap habis tubuh seksinya itu. Kadang-kadang juga dia sering memanggilku ke kamarnya untuk mengancingkan bajunya dari belakang. Benar-benar memancing gairahku. Sampai pada hari itu tepatnya malam minggu, AsikDewa

aku sedang malas keluar bersama teman-teman dan aku pun pergi ke rumah Tante Lia. Sesampai di rumahnya, tante Lia baru akan bersiap makan dan sedang duduk di ruang tamu sambil membaca majalah. Kami pun saling bercerita, tiba-tiba hujan turun deras sekali dan Tante Lia memintaku menginap saja di rumahnya malam ini dan memintaku memberitahu orang tuaku bahwa aku akan menginap di rumahnya berhubung hujan deras sekali. “Lan, tante mau tidur dulu ya, udah ngantuk, kamu udah ngantuk belum?”, katanya sambil menguap. “Belum tante”, jawabku. 

“Oh ya tante, Rio boleh pakai komputernya nggak, mau cek email bentar”, tanyaku. “Boleh, pakai aja” jawabnya lalu dia menuju ke kamarnya. Lalu aku memakai komputer di ruang kerjanya dan mengakses situs porno. Dan terus terang tanpa sadar kukeluarkan kemaluanku yang sudah tegang sambil melihat gambar wanita setengah baya bugil. Kemudian kuelus-elus batang kemaluanku sampai tegang sekali berukuran sekitar 15 cm karena aku sudah terangsang sekali. Tanpa kusadari, tahu-tahu tante Lia masuk menyelonong begitu saja tanpa mengetuk pintu. Saking kagetnya aku tidak sempat lagi menutup batang kemaluanku yang sedang tegang itu. Tante Lia sempat terbelalak melihat batang kemaluanku yang sedang tegang hingga langsung saja dia bertanya sambil tersenyum manis. “Hayyoo lagi ngapain kamu, Lan?” tanyanya. 

“Aah, nggak apa-apa tante lagi cek email” jawabku sekenanya. Tapi tante Lia sepertinya sadar kalau aku saat itu sedang mengelus-elus batang kemaluanku. “Ada apa sih tante?” tanyaku. “Aah nggak, tante cuma pengen ajak kamu temenin tante nonton di kamar” jawabnya. “Oh ya sudah, nanti saya nyusul ya tante” jawabku. 

“Tapi jangan lama-lama yah” kata Tante Lia lagi. Setelah itu aku berupaya meredam ketegangan batang kemaluanku, lalu aku beranjak menuju ke kamar tante dan menemani tante Lia nonton film horor yang kebetulan juga banyak mengumbar adegan-adegan syur. Melihat film itu langsung saja aku menjadi salah tingkah, soalnya batang kemaluanku langsung saja bangkit lagi. Malah Tante Lia sudah memakai baju tidur yang tipis dan gilanya dia tidak memakai bra karena aku bisa melihat puting susunya yang agak mancung ke depan. 

Gairahku memuncak melihat pemandangan seperti itu, tapi apa boleh buat aku tidak berani berbuat macam-macam. Batang kemaluanku semakin tegang saja sehingga aku terpaksa bergerak-gerak sedikit guna membetulkan posisinya yang miring. Melihat gerakan-gerakan itu tante Lia rupanya langsung menyadari sambil tersenyum ke arahku. “Lagi ngapain sih kamu, Lan?” tanyanya sambil tersenyum. 

“Ah nggak apa-apa kok, tante” jawabku malu. Sementara itu tante Lia mendekatiku sehingga jarak kami semakin dekat di atas ranjang. “Kamu terangsang yah, Lan, lihat film ini?” “Ah nggak tante, biasa aja” jawabku mencoba mengendalikan diri. Bisa kulihat payudaranya yang besar menantang di sisiku, ingin rasanya kuhisap-hisap sambil kugigit putingnya. Tapi rupanya hal ini tidak dirasakan olehku saja, Tante Lia pun rupanya sudah agak terangsang sehingga dia mencoba mengambil serangan terlebih dahulu. “Menurut kamu tante seksi nggak, Lan?” tanyanya. “Wah seksi sekali tante” kataku. “Seksi mana sama yang di film itu?” tanyanya lagi sambil membusungkan payudaranya sehingga terlihat semakin membesar. “Wah seksi tante dong, abis bodynya tante bagus sih” kataku. “Ah masa sih?” tanyanya. AsikDewa


“Iya benar tante, swear..” kataku. Jarak kami semakin merapat karena tante Lia terus mendekatkan tubuhnya padaku, lalu dia bertanya lagi padaku.. “Kamu mau nggak kalo diajak begituan sama tante”. “Mmaauu tante..” Ah, seperti ketiban durian runtuh, kesempatan ini tidak tentu aku sia-siakan, langsung saja aku memberanikan diri untuk mencoba mendekatkan diri pada tante Lia. “Wahh barang kamu lumayan juga, Lan” katanya. “Ah tante bisa aja.. Tante kok kelihatannya makin lama makin seksi aja sih.. Sampe saya gemes deh ngeliatnya..” kataku. “Ah nakal kamu yah, Lan” jawabnya sambil meletakkan tangannya di atas kemaluanku. “Waahh jangan dipegangin terus tante, ntar bisa tambah gede loh” kataku. “Ah yang benar nih?” tanyanya. “Iya tante.. 

Ehh.. Ehh aku boleh pegang itu nggak tante?” kataku sambil menunjuk ke arah payudaranya yang besar itu. “Ah boleh aja kalo kamu mau” jawabnya. Wah kesempatan besar, tapi aku agak sedikit takut, takut dia marah tapi tangan si tante sekarang malah sudah mengelus-elus kemaluanku sehingga aku memberanikan diri untuk mengelus payudaranya. “Ahh.. Arghh enak Lan.. Kamu nakal ya” kata tante sembari tersenyum manis ke arahku, spontan saja kulepas tanganku. “Loh kok dilepas sih Lan?” tanyanya. “Ah takut tante marah” kataku. “Oohh nggak lah, Lan.. Kemari deh”. Tanganku digenggam tante Lia, kemudian diletakkan kembali di payudaranya sehingga aku pun semakin berani meremas-remas payudaranya. “Aarrhh.. Sshh” rintihnya hingga semakin membuatku penasaran. Lalu aku pun mencoba mencium tante Lia, sungguh di luar dugaanku, 

Tante Lia menyambut ciumanku dengan beringas. Kami pun lalu berciuman dengan nafsu sekali sambil tanganku bergerilya di payudaranya yang sekal sekali itu. “Ahh kamu memang hebat Lan.. Terusin Lan.. Malam ini kamu mesti memberikan kepuasan sama tante yah.. Arhh.. Arrhh”. “Tante, aku boleh buka baju tante nggak?” tanyaku. “Oohh silakan Lan”, sambutnya. Dengan cepat kubuka bajunya sehingga payudaranya yang besar dengan puting yang kecoklatan sudah berada di depan mataku, langsung saja aku menjilat-jilat payudaranya yang memang aku kagumi itu. “Arrgghh.. Arrgghh..” lagi-lagi tante mengerang-erang keenakan. “Teruuss.. 

Teerruuss Lan.. Ahh enak sekali..” Lama aku menjilati putingnya sehingga tanpa kusadari batang kemaluanku juga sudah mulai mengeluarkan cairan bening pelumas di atas kepalanya. Lalu sekilas kulihat tangan Tante Lia sedang mengelus-elus bagian klitorisnya sehingga tanganku pun kuarahkan ke arah bagian celananya untuk kulepaskan. “Aahh buka saja Lan.. Ahh” Nafas Tante Lia terengah-engah menahan nafsu. Seperti kesetanan aku langsung membuka CD-nya dan lalu kuciumi. Sekarang Tante Lia sudah bugil total. Kulihat liang kemaluannya yang penuh dengan bulu. Lalu dengan pelan-pelan kumasukkan jariku untuk menerobos liang kemaluannya yang sudah basah itu. 

“Arrhh.. Sshh.. Enak Lan.. Enak sekali” jeritnya. Setelah puas jariku bergerilya lalu kudekatkan mukaku ke liang kemaluannya untuk menjilati bibir kemaluannya yang licin dan mengkilap itu. Lalu dengan nafsu kujilati liang kemaluannya dengan lidahku turun naik seperti mengecat saja. Tante Lia semakin kelabakan hingga dia menggoyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri sambil meremas payudaranya. “Aah.. Sshh tante udaahh nggaakk tahaann laaggii.. 

Tante udaahh maauu kkeeluuaarr.. Ohh”, dengan semakin cepat kujilati klitorisnya dan jariku kucobloskan ke liang kemaluannya yang semakin basah. Beberapa saat kemudian tubuhnya bergerak dengan liar sepertinya akan orgasme. Lalu kupercepat jilatanku dan tusukan jariku sehingga dia merasa keenakkan sekali lalu dia menjerit.. 

“Oohh.. Aarrhh.. Tante udah keeluuaarr Lan.. Ahh” sambil menjerit kecil pantatnya digoyang-goyangkan dan lidahku masih terus menjilati bagian bibir kemaluannya sehingga cairan orgasmenya kujilati sampai habis. Kemudian tubuhnya tenang seperti lemas sekali. “Wah ternyata kamu hebat sekali, tante sudah lama tidak merasakan kepuasan ini loh..” ujarnya sambil mencium bibirku sehingga cairan liang kemaluannya di bibirku ikut belepotan ke bibir Tante Lia. Sementara itu batang kemaluanku yang masih tegang di elus-elus oleh tante Lia dan aku pun masih memilin-milin puting tante yang sudah semakin keras itu. AsikDewa

“Aahh..” desahnya sambil terus mencumbu bibirku. “Sekarang giliran tante.. Tante akan buat kamu merasakan nikmatnya tubuh tante”. Tangan tante Lia segera menggerayangi batang kemaluanku lalu digenggamnnya batang kemaluanku dengan erat sehingga agak terasa sakit tapi kudiamkan saja karena terasa enak juga diremas-remas oleh tangan tante Lia. Lalu aku juga tidak mau kalah, tanganku juga terus meremas-remas payudaranya yang indah itu. Rupanya tante Lia mulai terangsang kembali ketika tanganku meremas-remas payudaranya dengan sesekali kujilati putingnya yang sudah tegang itu, seakan-akan seperti orang kelaparan, kukulum terus puting susunya sehingga tante Lia menjadi semakin blingsatan. “Aahh kamu suka sekali sama dada tante yah, Lan?” 

“Iya Tante abis tetek tante bentuknya sangat merangsang sih.. Terus besar tapi masih tetap kencang..” “Aahh kamu memang pandai muji orang, Lan..” Sementara itu tangannya masih terus membelai batang kemaluanku yang kepalanya sudah berwarna kemerahan tetapi tidak dikocok hanya dielus-elus. Lalu tante Lia mulai menciumi dadaku terus turun ke arah selangkanganku sehingga aku pun mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa sampai akhirnya Tante Lia berjongok di bawah ranjang dengan kepala mendekati batang kemaluanku. Sedetik kemudian dia mulai mengecup kepala batang kemaluanku yang telah mengeluarkan cairan bening pelumas dan merata tersebut ke seluruh kepala batang kemaluanku dengan lidahnya.

 Aku benar-benar merasakan nikmatnya service yang diberikan oleh Tante Lia. Lalu dia mulai membuka mulutnya dan lalu memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya sambil menghisap-hisap dan menjilati seluruh bagian batang kemaluanku sehingga basah oleh ludahnya. Selang beberapa menit setelah tante melakukan hisapannya, aku mulai merasakan desiran-desiran kenikmatan menjalar di seluruh batang kemaluanku lalu kuangkat Tante Lia kemudian kudorong perlahan sehingga dia telentang di atas ranjang. Dengan penuh nafsu kuangkat kakinya sehingga dia mengangkang tepat di depanku. 

“Aahh Lan, ayolah masukin batang kemaluan kamu ke tante yah.. Tante udah nggak sabar mau ngerasain memek tante disodok-sodok sama batangan kamu itu”. “Iiyaa tante” kataku. Lalu aku mulai membimbing batang kemaluanku ke arah lubang kemaluannya tapi aku tidak langsung memasukkannya tapi aku gesek-gesekan terlebih dulu ke bibir kemaluannya sehingga tante Lia lagi-lagi menjerit keenakan.. “Aahh.. Aahh.. Ayolah Lan, jangan tanggung-tanggung masukiinn..” Lalu aku mendorong masuk batang kemaluanku. Uh, agak sempit rupanya lubang kemaluannya sehingga agak sulit memasukkan batang kemaluanku yang sudah tegang sekali itu. 

“Aahh.. Sshh.. Oohh pelan-pelan Lan.. Teruss-teruuss.. Aahh” Aku mulai mendorong kepala batang kemaluanku ke dalam liang kemaluan Tante Lia sehingga dia merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika batang kemaluanku sudah masuk semuanya. Kemudian batang kemaluanku mulai kupompakan dengan perlahan tapi dengan gerakan memutar sehingga pantat Tante Lia juga ikut-ikutan bergoyang. 

Rasanya nikmat sekali karena goyangan pantat tante Lia menjadikan batang kemaluanku seperti dipilin-pilin oleh dinding liang kemaluannya yang seret itu dan rasanya seperti empotan ayam. Sementara itu aku terus menjilati puting dan menjilati leher yang dibasahi keringatnya. Sementara itu tangan Tante Lia mendekap pantatku keras-keras sehingga kocokan yang kuberikan semakin cepat lagi. 

“Oohh.. Sshh.. Lan.. Enak sekali.. Oohh.. Ohh..” mendengar rintihannya aku semakin bernafsu untuk segera menyelesaikan permainan ini. “Aahh.. Cepat Lan, tante mau keluuaarr.. Aahh” Tubuh tante Lia kembali bergerak liar sehingga pantatnya ikut-ikutan naik. Rupanya dia kembali orgasme, bisa kurasakan cairan hangat menyiram kepala batang kemaluanku yang sedang merojok-rojok liang kemaluannya. “Aahh.. Sshh.. Sshh”, desahnya, lalu tubuhnya kembali tenang menikmati sisa-sisa orgasmenya. “Wahh kamu memang hebaat Lan.. Tante sampe keok dua kali sedangkan kamu masih tegar” “Iiyaa tante.. Bentar lagi juga Alan keluar nih..” ujarku sambil terus menyodok liang kemaluannya yang berdenyut-denyut itu. “Aahh enak sekali tante.. Aahh..

” “Terusin Lan.. Terus.. Aahh.. Sshh” erangan tante Lia membuatku semakin kuat merojok-rojok batang kemaluanku dalam liang kemaluannya. “Aauuhh pelan-pelan Lan, aahh.. Sshh” “Aduh tante bentar lagi aku udah mau keluar nih..” kataku. “Aahh.. Lan.. Keluarin di dalam aja yah.. Aahh.. Tante mau ngerasain.. Ahh.. Shh.. Mau rasain siraman hangat peju kamu..” “Iiyyaa.. Tante..” Lalu aku mengangkat kaki kanan tante sehingga posisi liang kemaluannya lebih menjepit batang kemaluanku. “Aahh.. Oohh.. Aahh.. Sshh.. Tante, Rio mau keluar nih.. AsikDewa

Ahh” lalu aku memeluk tante Lia sambil meremas-remas payudaranya. Sementara itu, tante Lia memelukku kuat-kuat sambil menggoyang-goyangkan pantatnya. “Aahh tante juga mau keluar lagi aahh.. Sshh..” lalu dengan sekuat tenaga kurojok liang kemaluannya sehingga kumpulan air maniku yang sudah tertahan menyembur dengan dahsyat. Seerr.. Seerr.. Croott.. Croott.. 


“Aahh enak sekali tante.. Aahh.. Ahh..” Selama dua menitan aku masih menggumuli tubuh Tante Lia untuk menuntaskan semprotan maniku itu. Lalu Tante Lia menbelai-belai rambutku. “Ah kamu ternyata seorang jagoan, Lan..” Setelah itu dia mencabut batang kemaluanku dari liang kemaluannya kemudian dimasukkan kembali ke dalam mulutnya untuk dijilati oleh lidahnya. Ah, ngilu rasanya batang kemaluanku dihisap olehnya. Dan kemudian kami berdua pun tidur saling berpelukan. Malam itu kami melakukannya sampai tiga kali. Setelah kejadian itu kami sering melakukan hubungan seks yang kadang-kadang meniru gaya-gaya dari film porno. Hubungan kami pun berjalan selama dua tahun dan akhirnya diketahui oleh orang tuaku. Karena merasa malu, Tante Lia pun pindah ke Jakarta dan menjalankan usahanya di sana. Aku benar-benar sangat kehilangan Tante Lia dan semenjak kepindahannya, tante Lia tidak pernah menghubungiku lagi.

- Copyright © Cerita Dewasa Terbaru | Cerita Sex | Cerita Sex Terbaru | Cerita Bokep - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -